/   |  

Ribuan Pelajar Rohul Diikutsertakan Dalam Pembukaan MTQ ke-32 Riau

Reporter :  Advertorial Pemkab Rohul Rabu, 31 Juli 2013 22:00

PASIR PANGARAIAN (RT) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) serta Dinas Kebuadayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Rokan Hulu sudah menyiapkan seribu pelajar tingkat SLTA. Ribuan pelajar itu sedang dilatih tarian massal Seribu Suluk untuk semarakan pembukaan pelaksanaan MTQ Riau ke-32 di Kota Pasirpangaraian, 14 Agustus 2013 mendatang.



Di sela-sela memantau latihan tarian massal Seribu Suluk, Kepala Disbudpar Rohul, Dra. Yurikawati, dikonfirmasi melalui sekretarisnya Dra. Raudah mengatakan ribuan pelajar putra/ putri yang dilibatkan untuk tarian masalah semarakan pembukaan Mushabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Riau ke-32 di Kota Pasirpangaraian merupakan kalangan pelajar dari Kecamatan Rambah.

Alasan diberdayakannya pelajar di Kecamatan Rambah agar mereka tidak mesti menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti latihan yang dilakukan rutin. Pelajar ini akan dilatih empat jenis tarian sesuai tema tarian 'Menuju Jalan Ilahi' yang merupakan kombinasi dari tarian Rentak Rebana, Zapin, Sekapur Sirih, dan tarian Dzikir Suluk.

Menunggu sampai venue di Astaka MTQ Riau selesai, sementara waktu kalangan pelajar ini latihan rutin di halaman Kantor Setdakab Rohul di Pasirpangaraian. Saat gladi nanti, mereka baru akan melakukan latihan di lokasi Pembukaan MTQ Riau ke-32.

Tarian massal yang akan dipamerkan kalangan pelajar SLTA ini sesuai dengan filosofi Negeri Seribu Suluk yang religius. Tarian ini menjadi intensitas dan identitas daerah agar dikenal masyarakat luar daerah atau tamu undangan pada pembukaan MTQ Riau nanti.

Selain personel tarian massal, Disbudpar Rohul juga menyiapkan sekitar 150 orang untuk dilibatkan dalam paduan suara dan orkestra. Mereka sudah dilatih dan siap tampil pada pembukaan helatan akbar MTQ Riau ke-32 Agustus mendatang.

Di lain tempat, Kepala Disdikpora Rohul H.M. Zen, MPd, dikonfirmasi melalui Kabid Pemuda dan Olahraga (Pemora) Dahni, menyebutkan, proses perekrutan peserta tari massal dilakukan dinasnya sejak akhir Maret 2012 lalu. Mereka merupakan siswa kelas X dan XI dari sejumlah SLTA di Rambah dan dikoordinator oleh guru masing-masing.

Untuk menjadi peserta, dinas juga berlakukan sistem seleksi selektif seperti postur tubuh, tinggi badan minimal 150 centimeter, hingga potensi atau kemampuan bakat siswa. Mereka juga diharapkan mampu menyesuaikan dengan kebutuhan pentas seni, sehingga diminta ikut latihan rutin dengan jadwal yang sudah ditentukan.

Agar jam belajar mengajar tidak terganggu, kata Dahnil, dinasnya mengatur waktu tepat untuk latihan seperti latihan pada hari-hari libur sekolah atau menjelang hari libur. Anak-anak kreatif dan aktif tersebut juga diberikan insentif berupa uang lelah.

 

 

***(adv/hum)

Baca 1007 kali