/   |  

Pemkab Rohul Anggarkan 42 Miliar untuk Bangun Jalan Dua Jalur

Reporter :  Advertorial Pemkab Rohul Senin, 11 Maret 2013 09:19

PASIRPANGARAIAN (RT)- Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu siapkan dana lebih dari Rp42 miliar untuk pembangunan jalur dua sepanjang 6 kilometer dari KM 4 Simpang Jalan Lingkar Pasirpangaraian sampai KM 10 Simpang Bandara Tuanku Tambusai Okak Rambahsamo.



Menurut Kadis Bina Marga Pengairan Rohul Herry Islami, dikonfirmasi melalui Kabid Prasarana Jalan Anton, tahap awal pembangunan jalur dua sepanjang 6 kilometer antara KM 4 sampai KM 10 telan dana lebih dari Rp42 miliar.

Dana miliaran tersebut suah termasuk untuk pelebaran jalan 6 meter sisi kanan dan kiri, peningkatan badan jalan, bangunan parit dan gorong gorong jalan, serta fasilitas pedukung jalan lain.

Rencananya, tahun depan, dana kembali dianggarkan untuk peningkatan jalan sepanjang 6 kilometer tersebut melalui dana multiyears. “Sistem penganggaran nya melalui sistem multiyears dan dibayarkan selama beberapa tahun anggaran,” terang Anton kepada wartawan, Ahad (10/3/13).

Pelaksana pembangunan jalur dua KM 4 sampai KM 10 dikerjakan kontraktor dari PT Usaha Kita Lestari (UKL). Proyek tahap awal ditargetkan sudah rampung menjelang pelaksanaan MTQ Riau ke-32 di Pasirpengaraian, 6 Juni 2013.

Walau pada pelaksanaan pekerjaan jalur dua menemui kendala, terkait adanya tuntutan ganti rugi lahan pekarangan masyarakat dan bangunan yang terkena dampak pelebaran, tapi hal tersebut telah diselesaikan melalui sosialisasi dan pendekatan terus menerus.

Anton mengaku untuk ganti rugi lahan Pemkab Rohul tidak siapkan dana ganti rugi bagi lahan yang terkena dampak pelebaran jalan. Pemerintah daerah sebatas siapkan dana untuk membantu dana pengembalian bangunan bagi pagar atau bangunan rumah yang terkena dampak pelebaran.

“Tanah dan bangunan yang terkena pelebaran jalan tidak ada ganti ruginya, tapi bagi bangunan atau pagar rumah warga yang terkena dampak pelebaran akan dibangun seperti kondisi semula dan tidak ada dalam bentuk uang,” ungkap Anton lagi.

Hal serupa juga pernah disampaikan Bupati Rohul Achmad. Untuk pelebaran jalan sepanjang 6 kilometer antara KM 4 sampai KM 10, pemerintah tidak siapkan dana ganti rugi, tapi membantu mengembalikan bangunan atau pagar milik warga yang terkena dampak proyek.

 

 

 

***(adv/hum)

Baca 282 kali