Home Peristiwa Cegah Penyebaran Paham Radikal, 3 Instansi di Rohul Gelar Forum Diskusi Deradikalisasi

Cegah Penyebaran Paham Radikal, 3 Instansi di Rohul Gelar Forum Diskusi Deradikalisasi

111
0
SHARE
Cegah Penyebaran Paham Radikal, 3 Instansi di Rohul Gelar Forum Diskusi Deradikalisasi

Sosialisai Paham Radikal

Rohultoday.co - Perkembangan penyebaran paham-paham radikal di Indonesia menjadi ancaman serius bagi Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Untuk mengantisipasi Perkembangan Penyebaran Paham-paham Radikal tersebut, Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, Selasa (24/7/2018) menggelar kegiatan Forum Diskusi terkait Deredakalisasi dengan tema  Cegah Dini Berkembangnya Radikalisme di Kabupaten Rokan Hulu, di convention Hall Masjid Agung Islamic Center Rohul.

Kegiatan Forum diskusi ini, dibuka Kepala Kesbangpol Rohul Musri, serta di hadiri Kasat Intelkam Polres Rohul  AKP Adytya Reza Syaputra, Wakil Rektor UPP Rivi Antoni, dan Martivlevi Perwakilan Dari Kantor Kementrian Agama Kabupaten Rokan Hulu sebagai narasumber. serta dihadiri sejumlah tokoh Masyarakat dan Mahasiswa dari sejumlah Perguruan Tinggi di Rohul.

Kepala Kesbangpol Rohul Musri Mengatakan,  Forum diskusi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya generasi muda, tentang bahaya paham Radikal.

Dalam forum tersebut, Kasat Intelkam Polres Rohul AKP Aditya Reza Syahputra Menyebutkan, Perkembangan paham-paham radikal sangat berbahaya dan mencegahnya merupakan tanggung jawab bersama. Menurut Adytya, paham radikal merupakan cikal bakal terbentuknya pelaku terorisme.

"Jadi perkembangan paham radikal ini harus dicegah dengan kegiatan sosialisasi semacam ini. memebrikan pengertian apa itu paham radikal, mengapa paham radikal itu berbahaya, dan bagaimana tindak lanjut menanggkal paham  radikal harus ditanamkan sejak dini, dan kita harus satu suara untuk mencegah itu" Himbau Kasat Intelkam.

Menurut Adytya, perkembangan teknologi yang luar bisa saat ini menjadi salah satu sarana yang dimanfaatkan oknum penyebar paham radikal untuk mencari pendukung dan menyebarkan teror.

khusus di Rohul, lanjutnya, perkembangan Paham-Paham Radikal tersebut masih dalam tahap membentuk kelompok namun tetap  memiliki potensi berkembang lebih luas dan menjadi Ancaman.

 

"Dari pemantauan kita, di rohul perkembangan paham radikal masih dalam tahap membentuk kelompok-kelompok, bahkan diantara kelompok-kelompok itu mereka ada yang menganggap polisi itu Thogut. namun kita Secara persuasif terus memberikan pemahaman kepada mereka agar kepada pemahaman Awalnya." Ujarnya.

Sementara itu, Martilevi Narasumber dari Kantor Kementrian agama Rohul menyatakan, saat ini banyak pihak yang mengaitkan islam dengan aksi-aksi terorisme. menurutnya hal itu merupakan sebuah opini yang keliru sebab prinsipnya islam tidak pernah mengajarkan kekerasan dalam menyebarkan ajarannya.

"Islam itu agama dakwah, Nabi Muhamad Tidak pernah mengajarkan dakwah dengan cara kekerasan. para penyebar paham radikal, kerap meyakini nabi itu berperang  untuk menyebarkan Islam, tapi itu keliru, nabi berperang karena saat itu ia dalam kondisi diperangi bukan memerangi " jelas Martilevi

Dikatakan Martilevi,  islam juga jauh dari kata-kata radikal, karena dalam islam, pemeluknya ditumbuhkan keyakinannya secara bertahap, bukan secara instan dan frontal.

"Sementara radikal itu identik dengan penyebaran paham yang dilakukan degan cara instan, Frontal dan dan waktu yang cepat,dan dalam penyebaranya  mesti harus mengambil cara-cara kekerasan, jadi jelas itu bukan cara islam" ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor UPP Rivi Antoni menyebutkan Penddikan menjadi salah satu kunci untuk penyebaran menanggkal Paham radikalisme pada generasi muda. dengan pendidikan, diharapkan generasi muda dapat diperkuat pemikiranya untuk menangkal doktrin-doktrin paham radikal.

"Peran orangtua juga sangat penting, untuk mengawasi anak-anaknya, karena pendidikan yang paling efektif itu tetap landasanya adalah keluarga dan lingkungan yang kinstruktif" pungkasnya.